Showing posts with label Bentuk-Bentuk Muka Bumi. Show all posts
Showing posts with label Bentuk-Bentuk Muka Bumi. Show all posts

Tuesday, January 15, 2013

Relief Muka Bumi

- 0 comments
Apabila kita melihat lebih dekat lagi ke muka bumi, akan tampak bahwa muka bumi itu tidak rata, tetapi ada bagian yang menonjol ke atas, dan ada bagian yang cekung ke bawah., seperti tampak pada Gambar dibawah. Kenampakan tinggi rendahnya muka bumi seperti itu dinamakan relief muka bumi. Relief muka bumi ini terbentuk karena adanya tenaga endogen dan tenaga eksogen.

Menurut letaknya, relief muka bumi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Relief daratan.
2. Relief dasar laut.

1. Relief Daratan
Secara garis besar relief daratan dapat dibedakan sebagai berikut.

a. Gunung berapi, pegunungan dan bukit.
Permukaan bumi yang menonjol ke atas dapat berujud gunung, pegunungan, dan bukit. Gunung berapimerupakan tempat keluarnya magma dari dalam bumi. Contoh gunung berapi adalah: Gunung Kerinci (Sumatera), Gunung Merapi dan Gunung Semeru (Jawa), Gunung Soputan (Sulawesi), dan Gunung Rinjani (Lombok).Pegunungan merupakan deretan atau rangkaian gunung yang menjulang tinggi dibandingkan daerah sekitarnya. Pegunungan memiliki ketinggian lebih dari 500m di atas permukaan laut. Bukit adalah pegunungan rendah, memiliki ketinggian kurang dari 500 m. Contoh pegunungan: Peg. Bukit Barisan (Sumatera), Peg. Meratus (Kalimantan), Peg. Jaya Wijaya (Papua) dan Peg. Himalaya (India).

b. Dataran tinggi dan dataran rendah

Suatu daerah yang relatif datar dengan ketinggian kurang dari 200 meter dinamakan dataran rendah. Apabila daerah yang datar tersebut berada di daerah yang tinggi disebut dataran tinggi atau plato. Contoh: dataran tinggi Gayo (Nanggro Aceh Darussalam), dan dataran tinggi Bandung (Jawa Barat).

c. Pantai
Daratan yang terletak di tepi laut disebut pantai. Di daerah pantai dikenal berbagai bentuk muka bumi sebagai berikut.
1) Teluk, yaitu laut yang menjorok ke daratan.
2) Tanjung atau ujung, yaitu daratan yang menjorok ke laut. Ujung yang sangat panjang dinamakan jazirah atau semenanjung.
3) Delta, tanah endapan di muara sungai.
4) Gosong, pulau yang tergenang ketika laut pasang dan muncul ke permukaan ketika air laut surut disebut gosong ( gosong pasir).

                       Teluk                                                  Ujung


2. Relief Dasar Laut
Relief dasar laut mirip dengan permukaan daratan, menonjol ke atas dan ada bagian yang cekung ke bawah, seperti tampak pada gambar berikut ini. 
a. Basin atau lubuk laut,yaitu bentuk dasar laut yang mirip dengan palung laut, tetapi dasarnya lebih lebar dan datar.
b. Celah memanjang (rift valley),yaitu cekungan seperti parit yang lebar dan memanjang di dasar laut.
c. Pegunungan bawah laut,yaitu rangkaian pegunungan yang ada
di bawah permukaan air laut.
d. Gunung berapi bawah laut, yaitu gunung berapi yang berada di dasar laut, dan di bawah permukaan air laut.

Permukaan bumi tidak rata karena adanya tenaga endogen dan tenaga eksogen. Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi sedang tenaga eksogen berupa tenaga yang berasal dari luar bumi.

Di Indonesia terdapat beberapa deretan pegunungan, yaitu:

a. Deretan pegunungan Sunda, yaitu deretan pegunungan yang berjajar dari Pulau Sumatera, Jawa, Nusatenggara, Maluku Selatan dan berakhir di Pulau Banda.

b. Deretan Sirkum Australia, yaitu deretan pegunungan yang berjajar dari Australia, ujung timur Pulau Irian, masuk melalui bagian tengah Irian dengan puncak tertinggi Jayawijaya.

c. Deretan pegunungan Sangihe, yaitu deretan pegunungan yangmembujur dari Kepulauan Sangihe (Sulawesi Utara), masuk ke Minahasa, Teluk Gorontalo (dengan Gunung Una-Una yang sering meletus) hingga Sulawesi Selatan.

d. Deretan Pegunungan Halmahera, yaitu deretan pegunungan yang berderet mulai dari Pulau Talaut, Pulau Maju dan Tifor di Maluku Utara, masuk ke Halmahera serta Pulau Ternate dan Tidore, berbelok ke timur hingga Kepala Burung

e. Deretan Pegunungan Kalimantan, deretan ini bermula dari Pulau Palawan (Filipina) kemudian masuk ke Kalimantan
 

Sekian dulu dari Zona Ngelmu IPS dan terimakasih atas kunjunganya. semoga bermanfaat. ^_^
[Continue reading...]

Jenis-Jenis Batuan

- 0 comments
  • Jenis-Jenis Batuan
ada 3 jenis berikut selelengkapnya jenis-jenis batuan :

1. Batuan beku
 

Batuan beku terbentuk dari magma yang membeku. yang mendingin dan mengeras, dengan atau tanpa proses kristalisasi, baik di bawah permukaan sebagai batuan intrusif (plutonik) maupun di atas permukaan sebagai batuan ekstrusif(vulkanik). Magma ini dapat berasal dari batuan setengah cair ataupun batuan yang sudah ada, baik di mantel ataupun kerak bumi. Umumnya, proses pelelehan terjadi oleh salah satu dari proses-proses berikut: kenaikan temperatur, penurunan tekanan, atau perubahan komposisi. Lebih dari 700 tipe batuan beku telah berhasil dideskripsikan, sebagian besar terbentuk di bawah permukaan kerak bumi. Menurut lokasi pembekuannya, batu beku dibedakan batuan beku luar, batuan beku sela dan batuan beku dalam.

2. Batuan sedimen
 

Batuan beku yang ada di permukaan kulit bumi dan kena pengaruh tenaga eksogen akan mengalami pelapukan. Bagian-bagian yang hancur atau lepas dari batuan induknya diangkut oleh aliran air, angin, dan gletser, kemudian diendapkan di tempat lain, yang umumnya di tempat yang lebih rendah. Material yang diendapkan tersebut bila mengalami pemadatan(kompaksi) dan perekatan (sementasi) berubah menjadi batuan sedimen.Ciri utama batuan sedimen adalah berlapis-lapis.
 
Berdasarkan tenaga pengangkutnya batuan sedimen dibedakan menjadi tiga:

a) Batuan sedimen aeolis atau aeris, yaitu batuan sedimen yang terbentuk oleh tenaga angin.
b) Batuan sedimen aquatis,yaitu batuan sedimen yang terbentuk oleh tenaga air.
c) Batuan sedimen glasial,yaitu batuan sedimen yang terbentuk oleh gletser.

Ada dua jenis batuan sedimen istimewa, yaitu breksi dan konglomerat. Breksi adalah batuan sedimen yang tersusun dari fragmen-fragmen batuan yang bersudut runcing. Konglomerat adalah batuan sedimen yang tesusun dari fragmen-fragmen batuan yang bersudut tumpul. Di dalam batuan sedimen seringkali terdapat sisa-sisa binatang atau tum-buhan yang telah membatu, yang disebut fosil,

3. Batuan Metamorf
 

Batuan beku ataupun batuan sedimen yang mendapat tekanan yang besar, dan suhu yang tinggi serta dalam waktu yang lama dapat berubah bentuk sehingga menjadi batuan metamorf. Contoh: batu kapur karena pengaruh tekanan yang besar, suhu yang tinggi dan waktu yang lama berubah menjadi batu marmer.

Sekian dulu dari Zona Ngelmu IPS dan terimakasih atas kunjunganya. semoga bermanfaat. ^_^
[Continue reading...]

Pengertian Sedimentasi dan Macamnya

- 1 comments
  • Pengertian Sedimentasi :
Sedimentasi adalah proses pengendapan material hasil erosi air, angin, gelombang laut dan gletsyer. Material hasil erosi yang diangkut oleh aliran air akan diendapakan di daerah yang lebih rendah. Delta yang terdapat di mulut-mulut sungai adalah hasil dan proses pengendapan material-material yang diangkut oleh air sungai, sedangkan bukit pasir (sand dunes) yang terdapat di gurun dan di tepi pantai adalah pengendapan dari material-material yang diangkut oleh angin. sedimentasi dapat dibedakan: a.sedimentasi air terjadi di sungai. b.sedimentasi angi biasanya disebut sedimentasi aeolis c.sedimentasi gletser mengahasilkan drumlin,moraine,ketles,dan esker.
  • Macam-macam Sedimentasi :
a. Sedimentasi oleh air

Lumpur dan material lain hasil erosi yang diangkut oleh aliran air akan diendapkan ke tempat yang lebih rendah. Tempat pengendapan itu adalah: dataran rendah, waduk, situ, danau, muara sungai, tepi pantai dan dasar laut. Danau, waduk, situ, dan rawa akan menjadi dangkal dan akhirnya punah bila terus menerus diendapi lumpur hasil erosi. Apa yang harus dilakukan agar ketiga penampungan air tersebut bisa lestari dan tidak punah? 
 
Apa yang terjadi bila lumpur dan material lain hasil erosi air itu diendapkan di muara sungai atau di tepi pantai? Endapan lumpur tersebut akan membentuk delta dan gosong pasir.Delta merupakan daratan di muara sungai yang dibentuk oleh endapan sungai. Sedangkan gosong pasir adalah gundukan pasir (dan tanah) di tepi pantai yang menyembul di permukaan laut bila air laut sedang surut dan tenggelam kembali bila laut sedang pasang. 
 
Bila lumpur dan material lain hasil erosi terbawa air sungai hingga ke laut, maka gelombang laut akan mencampakkan kembali sebagian material hasil erosi ke pantai. Ujudnya berupa tanggul pantai. Air tanah di tanggul pantai umumnya berupa air tawar, walaupun di sekitarnya air tanahnya asin.

b. Sedimentasi oleh angin

Material hasil erosi yang diangkut oleh angin akan diendapkan dalam beberapa ujud (kenampakan), yaitu: Tanah loss. Debu yang dibawa oleh angin dari gurun pasir akan mengendap disekitar gurun dan
membentuk tanah loss. Tanah ini sangat subur dan baik untuk pertanian, bila cukup air. Bukit-bukit pasir (Sand dunes), yaitu gumuk pasir di tepi pantai hasil endapan angin.

c. Sedimentasi oleh gletser

Pada saat bongkah-bongkah es (gletser) meluncur, maka akan mengikis tanah/batuan yang dilewatinya dan diendapkan di bagian bawah (lembah). Endapan tersebut disebut morain.


[Continue reading...]

Monday, January 14, 2013

Pengertian Dan Jenis-Jenis Pelapukan

- 0 comments
  • Pengertian Pelapukan
     Pelapukan adalah proses alterasi dan fragsinasi batuan dan material tanah pada dan/atau dekat permukaan bumi yang disebabkan karena proses fisik, kimia dan biologi. Hasil dari pelapukan ini merupakan asal (source) dari batuan sedimen dan tanah (soil). Kiranya penting untuk ketahui bahwa proses pelapukan akan menghacurkan batuan atau bahkan melarutkan sebagian dari mineral untuk kemudian menjadi tanah atau diangkut dan diendapkan sebagai batuan sedimen klastik. Sebagian dari mineral mungkin larut secara menyeluruh dan membentuk mineral baru. Inilah sebabnya dalam studi tanah atau batuan klastika mempunyai komposisi yang dapat sangat berbeda dengan batuan asalnya. Komposisi tanah tidak hanya tergantung pada batuan induk (asal) nya, tetapi juga dipengaruhi oleh alam, intensitas, dan lama (duration) pelapukan dan proses jenis pembentukan tanah itu sendiri.
 
 
  • Jenis-Jenis Pelapukan

a. Pelapukan Mekanik

     Batuan yang membentuk kulit bumi, tersusun dari berbagai mineral. Tiap mineral memiliki koefisien pemuaian yang berbeda-beda. Artinya ada mineral batuan yang cepat memuai bila kena panas, dan ada mineral batuan yang sulit memuai bila kena panas.
 
     Mineral batuan yang mudah memuai bila kena panas juga mudah menyusut bila bila mengalami pendinginan. Pada siang hari ketika batuan terkena sinar matahari, mineral yang mudah menyerap panas akan lebih cepat memuai dari pada mineral lain yang sulit menyerap panas. Memuai berarti volumenya bertambah besar. Akibatnya mineral yang volumenya bertambah besar akan mendesak mineral-mineral lain sehingga batuan tersebut akan retak-retak. Pada malam hari suhu udara turun dan batuan mengalami pendinginan sehingga volumenya menyusut (mengecil). Akibatnya batuan mengalami retak-retak. Proses ini berlangsung terus menerus setiap hari, sehingga lama kelamaan batuan yang keras, akan retak-retak dan lepas selapis demi selapis, yang dimulai dari bagian luar batuan. Akhirnya batuan yang besar tersebut akan hancur menjadi batu kecil, dan batu kecil akan hancur menjadi kerikil, dan kerikil akan hancur menjadi pasir dan pasir akan hancur menjadi debu-debu yang halus. Proses semacam ini disebut pelapukan mekanik.
 
    Pada siang hari, mineral batuan yang berwarna gelap umumnya cepat memuai, volumenya bertambah besar (kelabu hitam), sedang pada malam hari volumenya mengecil (putih). Bila hal ini berlangsung terus menerus maka lama-kelamaan mineral akan retak-retak (hitam tebal), dan akhirnya pecah dan
terlepas dari batuan induknya.
 
     Di daerah empat musim, pori-pori batuan yang terisi air di musim panas bisa pecah atau retak karena air dalam pori-pori batuan membeku di musim dingin. Air yang membeku volumenya bertambah besar sehingga batuan menjadi retak atau pecah. Proses yang demikian juga termasuk pelapukan
mekanik.
 
 
b   Pelapukan kimiawi
 

     Pelapukan batuan juga dapat disebabkan oleh proses kimiawi. Contoh: batu yang keras dapat ditembus oleh akar tumbuh-tumbuhan, karena tudung akar mengeluarkan zat kimia yang dapat melapukkan batuan.

     Contoh lain adalah batu kapur yang retak kemudian disusupi air hujan yang mengandung CO2. Air hujan yang mengandung CO2.. akan melarutkan batu kapur yang dilaluinya. Lama kelamaan retakan

     batu kapur akan bertambah lebar dan besar sehingga akhirnya terbentuk goa-goa kapur. Larutan kapur yang mengendap dan menempel di langit-langit goa akan membentuk stalagtit dan bila mengendap dan menempel di dasar goa akan membentuk stalagmite. Kadang-kadang dalam goa kapur terdapat sungai bawah tanah. Di Gunung Kidul (DIY) air sungai bawah tanah dijadikan sumber air bersih. 

c  Pelapukan Biologis atau Pelapukan Organis
 
 

     Pelapukan biologis atau pelapukan organis adalah lapuknya batuan yang disebabkan oleh makhluk hidup, baik oleh tumbuh-tumbuhan, hewan maupun manusia. Akar tumbuh-tumbuhan yang makin membesar dapat menyebabkan retak atau hancurnya batuan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Ujung akar yang mengeluarkan cairan dapat menembus batuan melalui pelapukan kimia. Demikian pula berbagai jenis jamur, lumut, dan bakteri yang melekat pada permukaan batuan Demikian juga berbagai jenis hewan seperti semut, cacing, anai-anai, tikus, dapat membuat lubang pada batuan dan melapukkan batuan.
[Continue reading...]

Gempa Bumi

- 0 comments

     Ketika terjadi gempa bumi besar seperti di Nabire (Papua) dan Padang Panjang (Sumatera) tahun 2003 dan Yogyakarta tahun 2006, maka banyak rumah penduduk roboh, pipa air minum putus, tanah
retak atau longsor dan terjadi korban jiwa maupun harta benda. Oleh karena itu bila terjadi gempa bumi orang harus segera keluar rumah, pergi ke ruang terbuka (tanah lapang), jauh dari bangunan  agar terhindar dari bencana gempa. Bila ketika terjadi gempa tidak sempat ke luar rumah, lindungi kepala dengan bantal, segera menjauh dari almari dan jendela kaca, dan berlindung di bawah meja.
    Tempat-tempat yang dekat dengan palung laut adalah daerah rawan gempa bumi tektonik. Gempa bumi tektonik adalah getaran kulit bumi akibat keluarnya energi dari dalam bumi
(zone penunjaman). Ilmu yang mempelajari gempa bumi disebut seismologi.

1. Jenis-Jenis Gempa Bumi

Menurut terjadinya, gempa bumi dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

a. Gempa Vulkanik
Gempa bumi yang disebabkan oleh letusan gunungapi, disebut gempa vulkanik. Contoh: gempa G. Bromo, gempa G. Una-Una, gempa G. Krakatau.

b. Gempa Tektonik
Gempa bumi yang terjadi karena pergeseran lapisan kulit bumi akibat lepasnya energi di zone penunjaman disebut gempa tektonik. Gempa bumi tektonik memiliki kekuatan yang dahsyat. Contoh, gempa Aceh, Bengkulu, Pangandaran.

c. Gempa runtuhan atau terban
Gempa bumi yang disebabkan oleh tanah longsor, gua-gua yang runtuh, dan sejenisnya disebut gempa runtuhan atau terban. Tipe gempa seperti ini hanya berdampak kecil dan wilayahnya sempit.

2. Intensitas Kekuatan Gempa
Untuk mengukur kekuatan gempa dibuat skala, yang dikaitkan dengan kerusakan yang ditimbulkannya. Berdasarkan skala tersebut orang dapat membedakan gempa bumi yang lemah dan gempa bumi yang kuat. Pengukuran tersebut sangat penting artinya, antara lain untuk menentukan kualitas bangunan tahan gempa. Skala untuk mengukur kekuatan gempa yang terkenal adalah Skala Richter.

3. Wilayah Gempa bumi di Indonesia dan DuniaIndonesia merupakan salah satu negara yang paling sering dilanda gempa bumi tektonik maupun gempa bumi vulkanik. Daerah yang sering dilanda gempa adalah pegunungan Jayawijaya, pantai utara Papua, Maluku, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara, Jawa bagian selatan dan Sumatera bagian barat. Pada saat terjadi gempa sering diiringi tanah longsor, dan tsunami di daerah pantai. Oleh karena itu penduduk yang tinggal di daerah rawan gempa harus selalu waspada. Bangunan rumah
dan bangunan lain harus dirancang tahan gempa. Negara di dunia yang sering dilanda gempa bumi selain Indonesia adalah China, Jepang, Filipina, Afganistan, Iran, Amerika serikat.
[Continue reading...]

Keuntungan dan Kerugian Adanya Gunung Api

- 0 comments
Di dunia ini pasti ada untung dan ruginya, nggak mungkin kan kalo kita untung terus, begitu juga kalo adanya gunung berapi pasti ada untung dan ruginya kan, nah disini Zona Ngelmu IPS akan sharing tentang Keuntungan dan Kerugian Adanya Gunung Api pada posting ini juga ada bonusnya lho yaitu tentang Deretan pegunungan dan gunung api. berikut penjelasan selengkapnya.


  • Keuntungan adanya gunung api 
Keuntungan adanya gunung api antara lain: 
a. Abu vulkanis yang dikeluarkan gunung api saat terjadi erupsi (letusan) dapat menyuburkan tanah pertanian karena banyak mengandung unsur hara tanaman. 
b. Material yang dikeluarkan gunung api saat terjadi letusan yang berupa pasir, kerikil, batu-batu besar, kesemuanya merupakan mineral industri yang dapat digunakan untuk bahan bangunan. 
c. Gunung api terbentuk dari keluarnya magma dari dalam bumi. Magma yang menuju permukaan bumi tersebut banyakmembawa mineral logam, dan barang tambang lainnya. Oleh karena itu di daerah pegunungan dan gunung api banyak ditemukan bahan tambang. 
d. Adanya gunung api yang tinggi menyebabkan terjadinya hujan orografis, sehingga daerah itu menjadi daerah yang banyak hujan. 
e. Daerah yang bergunung api biasanya merupakan daerah tinggi, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai daerah hutan, perkebunan, dan daerah pariwisata.


  • Kerugian adanya gunung api
berikut Kerugian adanya gunung api :

a. Gunung api pada waktu meletus mengeluarkan lava pijar dan sangat berbahaya. 
b. Gunung api yang meletus juga mengeluarkan gas yang sangat panas, yang juga bergerak menuruni lereng. Contoh awan panas dari G. Merapi di Jawa Tengah. 
c. Pada saat terjadi letusan, lava pijar akan bercampur dengan air yang terdapat di danau kawah, dan membentuk lahar panas, yang sangat berbahaya. Contoh lahar panas dari G. Kelud (Jawa Timur). 
d. Lava yang menumpuk di puncak gunung akan hanyut dan turun ke bawah bersama air hujan sebagai lahar dingin. Wujud lahar dingin ini berupa aliran batu, kerikil dan pasir yang jenuh air, meluncur ke bawah menuruni lereng. 
e. Gunung api yang tinggi dan berderet dapat membentuk daerah bayangan hujan. Daerah bayangan hujan ini curah hujannya sedikit dan bersifat lebih kering. Contoh Lembah Palu, Sulawesi Tengah. 
f. Letusan gunung api bawah laut dapat menyebabkan terjadinya gelombang Tsunami, seperti tsunami di di Banten dan Lampung akibat letusan Gunung Krakatau (1883). 
g. Abu vulkanis di udara dari letusan gunung api dapat mengganggu penerbangan dan dapat merusak tanaman.
  • Deretan Pegunungan dan Gunung api 
Secara garis besar, terdapat dua deretan gunung api di dunia, yaitu deretan atau jalur pegunungan mediteran dan deretan pegunungan (sirkum) Pasifik. 
perhatikan gambar berikut :
Indonesia merupakan tempat pertemuan antara deretan pegunungan medeteran dan sirkum Pasifik. Oleh karena itu Indonesia banyak terdapat gunung api dan sekaligus merupakan daerah gempa bumi.
  • Gunung api di Indonesia 
Jumlah gunung api aktif di Indonesia ± 129 buah dan sejak awal abad ke XVII, 70 buah diantaranya sering meletus. Deretan pegunungan di Indonesia dapat diperhatikan pada Gambar berikut :

terimakasih atas kunjunganya, semoga bermanfaat.
[Continue reading...]

Pengertian Erosi dan Jenisnya

- 1 comments
  • Pengertian Erosi
Batuan yang telah lapuk secara berangsur-angsur akan dikikis dan dipindahkan ke tempat lain oleh tenaga eksogen. Tenaga eksogen yang mampu mengikis dan memindahkan batuan yang telah lapuk adalah air, angin, dan gletsyer. Proses pengikisan dan pengangkutan material hasil pelapukan dinamakan erosi. Erosi sebenarnya merupakan proses alami yang mudah dikenali, namun di kebanyakan tempat kejadian ini diperparah oleh aktivitas manusia dalam tata guna lahan yang buruk, penggundulan hutan, kegiatan pertambangan, perkebunan dan perladangan, kegiatan konstruksi / pembangunan yang tidak tertata dengan baik dan pembangunan jalan. Tanah yang digunakan untuk menghasilkan tanaman pertanian biasanya mengalami erosi yang jauh lebih besar dari tanah dengan vegetasi alaminya. Alih fungsi hutan menjadi ladang pertanian meningkatkan erosi, karena struktur akar tanaman hutan yang kuat mengikat tanah digantikan dengan struktur akar tanaman pertanian yang lebih lemah. Bagaimanapun, praktik tata guna lahan yang maju dapat membatasi erosi, menggunakan teknik semisal terrace-building, praktik konservasi ladang dan penanaman pohon.
  • Jenis-jenis Erosi
a. Erosi air
berikut gambar erosi di pantai membentuk goa karena akibat dari abrasi:
 

Erosi yang disebabkan oleh tenaga air, misalnya :
1) Erosi percikan,yaitu erosi yang disebabkan oleh tetesan air hujan yang memecahkan butir-butir tanah.

2) Erosi lembar,yaitu pengikisan dan pengangkutan lapisan tanah permukaan, yang disebabkan oleh aliran air di permukaan
tanah.

3) Erosi Alur, yaitu pengikisan lapisan tanah yang sudah membentuk alur-alur dengan lebar < 40 cm dan kedalaman < 25 cm.

4) Erosi Parit, yaitu pengikisan lapisan tanah yang mebentuk alur-alur yang lebih besar,sehingga sering disebut parit m ukuran lebar > 40 cm dan kedalaman > 25 cm.

5) Erosi tebing sungai, yaitu aliran air sungai mengikis tebing sungai,

6) Erosi gelombang air laut (abrasi). Pantai yang curam atau pantai yang landai dapat hancur diterjang gelombang laut. Banyak sawah, tambak dan desa-desa di Sumatera dan Jawa yang lenyap diterjang gelombang laut. Di daerah yang berpantai curam, gelombang laut akan menghancurkan tebing-tebing yang curam, sehingga terbentuk goa-goa pantai.

b. Erosi angin 
berikut gambar mengenai erosi angin :

     Erosi ini terjadi di daerah kering dan gurun pasir. Proses pengikisan batuan oleh angin disebut deflasi. Jika angin yang kencang di daerah gurun mampu menerbangkan debu dan mengangkut butir-butir pasir. Bila butir-butir pasir menabrak kaki batuan maka batu yang ditabrak akan terkikis bagian bawahnya, sehingga akan terbentuk batu jamur. Proses erosi ini disebut korasi.

c. Erosi gletser (eksarasi)
berikut gambar mengenai Erosi gletser yaitu gunung es di laut :
 

     Tenaga yang dominan pada erosi ini adalah gletser atau es. Di daerah kutub dan di puncak-puncak pegunungan yang tinggi, tumpukan salju yang mencair akan menuruni lereng dan mengikis batuan yang dilaluinya, sehingga akan terbentuk tebing-tebing yang terjal. Material hasil kikisan akan diendapkan di daerah ujung gletser. Di Indonesia erosi gletser kemungkinan hanya terjadi di puncak
Jayawijaya (Papua), walaupun salju di sana sudah makin menyusut karena suhu udara di bumi makin panas.

sekian dari Zona Ngelmu IPS semoga bermanfaat.
[Continue reading...]

Sunday, January 13, 2013

Gagasan Persatuan dan Kesatuan Bangsa

- 0 comments
Gagasan menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa, lahir dari tokoh pergerakan nasional
1. PPPKI
2. Kongres Pemuda
3. Parindra
4. MIAI
5. GAPI

  • Permufakatan Perhimpunan-perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI)
Upaya menyatukan organisasi pergerakan nasional, muncul dari Ir.Soekarno (PNI) dan Dr. Sukiman Wirjosandjojo (SI)
· Terbentuk 17 Desember 1927
· Rapat di Bandung (17-18) Desember 1927
· Tujuan: Indonesia merdeka
Penyempurnaan nama menjadi Persatuan Perhimpunan-perhimpunan Politik Kemerdekaan Indonesia atas usul Soekarno dan Moh.Hatta

Usaha PPPKI :

1. Menuntut pembebasan tokoh pergerakan yang dibuang ke Digul (1.308 tokoh) antara lain : Sayuti Melik, Dr. Moch. Hatta, Muchtar Lutffi, Ilyas Yacub (tokoh Permi dan PSII Minangkabau) dan Sutan Syahrir.
2. Menuntut diberikan kebebasan berpendapat
3. Membentuk pengajaran kebangsaan
4. Menyerahkan pada Konferensi Perburuhan Internasional mengenai Poonale sanctie yang diberlakukan di Indonesia

  • KONGRES PEMUDA
Kongres Pemuda I
Kongres Pemuda II

Sumpah Pemuda versi orisinal :
Pertama
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.


Sumpah Pemuda versi Ejaan Yang Disempurnakan :
Pertama
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kedua
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

  • Tri Koro Dharmo
(Tiga Tujuan Mulia)
Didirikan 7 Maret 1915 oleh R. Satiman Wiryo Sandjojo, Kadarman, dan Sunardi di Jakarta
Tujuan: menghimpun para pemuda Jawa agar bersatu berjuang mewujudkan kemerdekaan Indonesia
Bersifat Jawa sentris, sehingga kurang berkembang
Pada Kongres di Solo (1918) nama diubah menjadi
Jong Java
Mengilhami lahirnya organisasi kepemudaan daerah lain (Jong Sumatera, Jong Ambon, Jong Minahasa, dll)
  • Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia
Terbentuk tahun 1925 di Bandung
Anggota: pelajar di Bandung dan Jakarta
Tujuan: menghimpun pelajar di Bandung dan Jakarta untuk bersama-sama memerdekakan tanah air Indonesia
  • Jong Indonesia
Berdiri di Bandung tahun 1927
Tujuan: menyatukan seluruh pemuda Indonesia
Pelopor diselenggarakan Kongres Pemuda yang menghasilkan Sumpah Pemuda

  • Partai Indonesia Raya (Parindra)
Fusi dari Budi Utomo dan Persatuan Bangsa melalui Kongres di Solo, 24-26 Desember 1935
Ketua: Dr. Soetomo
Tujuan: mencapai Indonesia mulia dan sempurna berdasar demokrasi dan nasionalisme
15 Juli 1936 mengajukan Petisi Soetardjo yang berisi tuntutan politik agar diadakan konferensi antara wakil Belanda dan Indonesia atas dasar persamaan derajat untuk mengakhiri kekuasaan Belanda di Indonesia dengan masa peralihan 10 tahun.

  • Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI)
Dibentuk 25 September 1937 di Surabaya
Pencetus: K.H. Mas Mansyur, K.H. Ahmad Dahlan, dan K.H. Abdul Wahab
Tujuan: mempererat hubungan antara perhimpunan-perhimpunan Islam Indonesia dan kaum Islam di luar Indonesia serta mempersatukan suara untuk membela Islam
MIAI dibubarkan, Jepang membentuk
Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi)

  • Gabungan Politik Indonesia (GAPI)
Didirikan 21 Mei 1939
Pimpinan : Muh. Husni Tamrin
Gabungan dari : Parindra, PNI, Pasundan, PSII, Persatuan Minahasa, dan Gerindo
Tuntutan GAPI : Indonesia diberi perwakilan di parlemen
Bersifat demokratis, dibentuk Majelis Rakyat
Mengadakan Kongres Rakyat Indonesia (23-25 Desember 1939) sepakat membentuk badan perwakilan sejenis parlemen di struktur pemerintahan kolonial Belanda
Belanda bulan Maret 1941 membentuk Komisi Visman, tugasnya menyelidiki perubahan ketatanegaraan yang ada di Indonesia
Asas kegiatan GAPI :
1. Hak menentukan nasibnya sendiri
2. Persatuan nasional seluruh bangsa Indonesia berdasarkan demokrasi dalam bidang politk, sosial, dan ekonomi
3. Mengadakan kesatuan aksi seluruh pergerakan nasional
[Continue reading...]

Material Hasil Erupsi dan Gejala Vulkanik

- 0 comments
Kembali lagi deh Zona Ngelmu IPS di kesempatan ini akan share tentang Material Hasil Erupsi dan Gejala Vulkanik kog dua judul ya, kan sambil nyelam minum air, keselek dong ^_^  hehe
langsung saja deh berikut selengkapnya :

  • Material hasil erupsi 
     Pada waktu gunung api meletus, material yang dikeluarkan terdiri atas tiga jenis. Ketiga jenis itu adalah material padat, material cair (lava cair) dan gas. Material padat yang disebut piroklastika, dan dibedakan menjadi: 
a. batu-batu besar disebut bom
b. batu-batu kecil disebut lapili
c. kerikil dan pasir
d. debu atau abu vulkanis
     Gas-gas yang dikeluarkan oleh gunung api disebut ekshalasi. Gas-gas tersebut dapat berujud asam sulfida (H2S), asam sulfat (H2SO4), carbon dioksida (CO2), klorida (CL), uap air (H2O) dan sulfida (HCL). Letusan gunung api yang sangat dahsyat dapat menghancurkan puncak gunung, sehingga terbentuk kawah yang sangat luas dan berdinding terjal yang disebut kaldera. Contohnya adalah : Kaldera Tengger (lebarnya 8 km), kaldera Ijen (lebarnya 11 km) , Kaldera Iyang (17 km), kaldera Tambora (lebarnya 6 km), dan kaldera Batur (lebarnya 10 km). 
     Gunung api yang akan meletus biasanya mengeluarkan tanda-tanda alami sebagai berikut: 
a. suhu di sekitar kawah naik; 
b. banyak sumber air di sekitar gunung itu mengering; 
c. sering terjadi gempa (vulkanik); 
d. sering terdengar suara gemuruh dari dalam gunung; 
e. banyak binatang yang menuruni lereng. Beberapa jenis hewan mampu menangkap tanda-tanda alami bahwa gunung yang ditempatinya akan meletus. Jenis hewan itu antara lain monyet, kelelawar dan harimau.
  • Gejala post vulkanik 
Gunung api yang sudah kurang aktif, memiliki tanda- tanda yang disebut gejala post vulkanik, atau pasca vulkanik atau setelah aktivitas vulkanik dengan gejala-gejala sebagai berikut. 
a. Sumber gas asam arang (CO2 dan CO) yang disebut mofet. Gas ini berbahaya sebab dapat menyebabkan mati lemas bagi orang yang menghirupnya. Contoh: Kawah Timbang dan Nila di Dieng (Jawa Tengah), Tangkuban Perahu dan Papandayan (Jawa Barat). 
b. Sumber gas belerang , disebut solfatara. Contoh : Tangkuban Parahu (Jawa Barat), Dieng (Jawa Tengah) dan Rinjani (NTB). 
c. Sumber gas uap air, disebut fumarol. Contoh : Dieng (Jawa Tengah) dan Kamojang (Jawa Barat). 
d. Sumber air panas. Sumber air panas yang mengandung zat belerang, dapat digunakan untuk menyembuhkan beberapa jenis penyakit kulit. 
e. Sumber air mineral. Sumber air mineral ini berasal dari air tanah yang meresap bercampur dengan larutan mineral tertentu seperti: belerang, atau mineral lain. Contoh sumber air mineral terdapat di: Ciater dan Maribaya (Jawa Barat), dan Minahasa (Sulawesi Utara). 
f. Geyser. Pancaran air panas yang berlangsung secara periodik disebut geyser. Geyser yang terkenal terdapat di Yellow Stone National Park, California (USA), pancaran airnya bisa mencapai ketinggian 40 meter. Pancaran air semacam ini juga terdapat di Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat.
Sekian dan terimakasih semoga bermanfaat, 
[Continue reading...]

Instrusi dan Ekstrusi Magma, Bentuk Gunung Berapi

- 0 comments
Alhamdulilah Zona Ngelmu IPS pada kesempatan ini akan berbagi tentang Instrusi dan Ekstrusi Magma, Bentuk Gunung Berapi panjang banget ya judulnya, ya mau gimana lagi kan juga biar jelas, oke tanpa basa-basi berikut selengkapnya :
  • Instrusi dan ekstrusi magma 
Di dalam kulit bumi, di bawah gunung api terdapat rongga besar dengan dinding tidak beraturan disebut dapur magma. Dapur magma berisi benda cair liat sangat panas, yang disebut magma. Magma yang mencapai permukaan bumi disebut lava. Lava pijar yang keluar dari gunung api, suhunya masih sangat tinggi yaitu masih beberapa ratus drajad celsius. Setelah beberapa lama suhu lava makin dingin dan akhirnya membeku menjadi batuan beku. Magma yang menerobos atau menyusup menuju permukaan bumi ada yang membeku sampai di permukaan bumi, tetapi ada pula yang sudah membeku sebelum sampai ke permukaan bumi. Apabila penyusupan magma tersebut tidak mencapai permukaan bumi disebut intrusi magma, dan bila sampai di permukaan bumi disebut ekstrusi magma. berikut gambar instrusi magma 


  • Bentuk gunung api 
Menurut bentuknya gunung api digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu 

a. Gunung api perisai, yaitu gunung api yang bentuknya seperti perisai atau tameng. Gunung api ini lerengnya sangat landai. Contoh: G. Maona Loa di Hawaii. Erupsi yang dimikian disebut erupsi efusif.  

berikut gambar tentang Gunung api perisai :



b. Gunung api strato, yaitu gunung api yang berbentuk seperti kerucut. Gunung semacam ini makin lama akan makin bertambah tinggi. Pada umumnya gunung api di Indonesia termasuk jenis gunung api strato. 

berikut gambar tentang  Gunung api strato :

c. Gunung api maar, yaitu gunung api yang lubang kepundan berbentuk corong. Contoh: Gunung Paricutin di Meksiko, Gunung Rinjani di Nusa Tenggara. Bila dasar dan dinding corong kepundan tak dapat ditembus air maka akan terbentuk danau kawah, seperti pada G. Rinjani.

berikut gambar tentang Gunung api maar :


trimakasih atas kunjunganya semoga bermanfaat. ^_^
[Continue reading...]

Struktur Lapisan Bumi

- 0 comments
Alhamdulilah bisa posting lagi, pada kali ini Zona Ngelmu IPS akan share tentang Struktur lapisan Inti Bumi ini merupakan bahan ajar kelas 7, bagi adik-adik smp monggo untuk menambah referensi belajarnya.

Bumi adalah salah satu planet tata surya. Pada awal pembentukannya, bumi berupa benda angkasa yang pijar dan sangat panas. Setelah berjuta-juta tahun, bumi yang pijar dan sangat panas tersebut perlahan-lahan mengalami pendinginan. Bagian kulit bumi menjadi beku, walaupun bagian dalam masih tetap panas. Lihat gambar berikut ini:


Berikut keterangan gambar diatas :
Keterangan :
Inner core    =  Inti dalam, jari-jarinya 1.300 km. Massa jenisnya = 12 – 15.
Outer core   =  Inti luar, tebalnya 2.100 km. Massa jenisnya = 12 - 15.
Mantle         =  Mantel, tebalnya 2.900 km. Massa jenisnya = 3,0 – 8,0.
Crust           =   Kulit bumi atau kerak bumi, tebalnya 4 – 80 km. Massa jenis 2,6 - 3,0.

    Inti bumi (inti dalam dan inti luar), merupakan massa cair liat yang sangat kental dan sangat panas, yang terdiri atas nikel dan besi (nife). Temperatur di bagian pusat bumi ± 2.500°C. Kerak bumi yang dingin dan padat massa jenisnya lebih kecil dari massa cair yang ada di bawahnya. Karena itulah kerak bumi terapung di atas lapisan mantel yang cair liat. Kerak bumi yang membentuk dasar samudera disebut lempeng samudera, sedangkan kerak bumi yang membentuk benua dinamakan lempeng benua. Lempeng samudera bergerak dari tengah samudera karena tertekan dari bawah lempeng yang cair pijar. Lempeng yang bergeser akhirnya akan bertumbukan dengan lempeng yang lain. Karena tumbukan tersebut terjadi proses seperti tampak pada Gambar berikut :

Lempeng samudera yang bergeser ke kanan akan bertabrakan dengan lempeng benua, kemudian menunjam ke bawah, dan leleh karena panas dan berubah menjadi magma yang mengeluarkan energi (tenaga). Bila tumpukan magma dan tumpukan energi tersebut terus bertambah dan menjadi sangat besar, akhirnya akan menyebabkan terjadinya hal-hal berikut:

1. Magma yang akan menerobos lempeng benua di atasnya melalui retakan atau patahan dan terbentuklah gunung api. Gejala semacam ini disebut vulkanisme. 
2. Tumpukan energi di daerah penunjaman demikian besar, maka energi tersebut akan mampu menggoyang atau menggetarkan lempeng benua dan lempeng samudera di sekitarnya. Getaran ini dise but gempa bumi. 
3 Gerak lempeng, tekanan ke atas dari magma dan energi yang terkumpul di daerah penunjaman, akan mampu menekan lapisan kulit bumi sehingga kulit bumi bisa melengkung atau bahkan patah. Gejala ini disebut tektonisme. Ketiga gejala tersebut di atas, yaitu vulkanisme, seisme dan tektonisme, semuanya berupa tenaga yang berasal dari dalam bumi, dan dinamakan tenaga endogen (endo = dalam).

Di daerah konveksi akan terbentuk relief muka bumi yang berwujud :
(a) gunungapi bawah laut,
(b) lembah bawah laut, dan
(c) pegunungan bawah laut.

Relief muka bumi yang terbentuk di daerah tumbukan lempeng adalah:
(a) palung laut,
(b) pegunungan,
(c) gunungapi aktif, dan
(d) pulau-pulau lipatan.
Lempeng samudera dan lempeng benua ternyata bergeser-geser atau berjalan-jalan. berikut gambarnya :





Sekian dari saya semoga bermanfaat.

[Continue reading...]
 
Copyright © | Zona Ngelmu IPS
Powered by Blogger